4 Perbedaan Antara Kamu yang Cuma Pengen Nikah dan Kamu yang Benar-benar Siap Nikah

4 Perbedaan Antara Kamu yang Cuma Pengen Nikah dan Kamu yang Benar-benar Siap Nikah

Keinginan guna menikah memang jadi topik yang sangat sering dirundingkan di umur 20-an. Hayo, siapa yang pernah senewen dengan hal kampus atau kegiatan lalu bilang,

“Udah ah aku capek. Stres skripsi, stres kerja. Mau nikah aja….”

Sepertinya pernikahan jadi solusi untuk seluruh permasalahan. Dengan menikah rasanya seluruh problem dapat diselesaikan. Padahal laksana hal beda yang memerlukan pertimbangan panjang, menikah juga perlu persiapan. Kalau begitu, anda termasuk yang mana? Sekadar punya mimpi guna menikah atau memang telah siap menikah?

4 Perbedaan Antara Kamu yang Cuma Pengen Nikah dan Kamu yang Benar-benar Siap Nikah
4 Perbedaan Antara Kamu yang Cuma Pengen Nikah dan Kamu yang Benar-benar Siap Nikah

1. Keinginan guna menikah tampak dari bayang-bayang soal cute-nya resepsi yang indah. Kesiapan nikah justeru ada di kesadaraini perjuangan berdarah-darah

Beberapa dari anda mungkin hendak segera menikah melulu karena hendak jadi raja dan ratu sehari. Bisa duduk di pelaminan, menyalami tamu-tamu dengan pakaian terbaik dan riasan wajah yang cantik.

Kalau melulu ini yang membuatmu hendak menikah berarti levelmu masih di sekedar ‘ingin nikah’ saja. Kesiapan menikah justru diperlihatkan dari kesadaran bahwa proses ini memerlukan perjuangan berdarah-darah. Tidak terdapat proses menikah yang mudah, ringan, tanpa memerlukan persiapan yang membuatmu pusing dan lelah.

2. Ingin menikah tidak jarang membuatmu percaya bila pernikahan dapat menyelesaikan masalah. Siap menikah membuatmu sadar bila masalah tak bakal pergi sesudah kata, ‘Sah!’

Kamu yang melulu siap menikah akan diisi oleh bayang-bayang alangkah indahnya hidup pasca menikah.

Selalu terdapat yang dapat dipeluk masing-masing malam, terdapat orang yang dapat diandalkan saat perlu sandaran. Kamu tidak bakal lagi merasa sendirian.

Impian mengenai pernikahan yang melulu mengandung hal-hal estetis menunjukkan bila keinginanmu menikah masih terdapat di level ‘ingin’ semata. Sementara anda yang memang telah siap bakal sadar sepenuhnya bahwa ikatan pernikahan tetap akan membawa masalah. Dibutuhkan kedewasaan guna menghadapinya.

3. Kamu yang hendak menikah bakal selalu konsentrasi pada hasil akhirnya. Kesiapan menikah malah terlihat dari penghargaanmu pada prosesnya

Sementara orang yang siap menikah tidak hendak mem-fast forward proses pendekatan, perkenalan, dan penyesuaian– anda yang melulu ingin menikah malah lebih terkesan terburu-buru.

Harus langsung atur resepsi, mesti langsung lamaran, mesti langsung mewujudkan pernikahan impian.

Hasil akhir jadi destinasi utama anda yang sekadar hendak menikah. Kesiapanmu menikah baru tampak dari bagaiman akamu menghargai masing-masing proses menjuju hasil yang indah.

4. Keinginan menikah membuatmu bergegas inginkan dia jadi milikmu. Sementara kesiapan menikah membuatmu berhati-hati, tidak inginkan terburu-buru

Hal yang paling bertolak belakang dari hendak dan siap dapat terlihat dari caramu menuntaskan masalah. menurut Agen Sbobet Casino Online Terbaru 2019 Ketika kamu melulu sekadar ingin, kamu melulu akan berfokus guna menjadikan dia milikmu secepatnya. Tidak butuh ada persiapan di baliknya, bila bisa.

Namun kesiapan akan terlukis dari kehati-hatianmu menyimpulkan semuanya. Seperti anda yang kini berhati-hati memperhitungkan pengeluaran guna mempersiapkan hari besar yang sebentar lagi datang.

Kamu yang sekadar hendak menikah dapat saja hendak mempercepat tahapan dengan melakukan pembelian semua perangkat dengan cepat. Asal berlalu dan dapat menggelar resepsi saja. Sudah.

Dari 4 perbedaan ini mana yang tergolong kamu? Sekadar hendak nikah atau memang telah siap nikah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *